Rabu, Januari 27, 2021
Selamat Ulang Tahun

Bun
Esok angka umurku bertambah
Angka depannya tak lagi satu tapi dua
Tak lagi remaja tapi dewasa
dan tak akan lagi dapat hak istimewa

Bun
Ramai orang merayakan pertambahan angka usia penuh gembira
Ramai orang bersua, bersuka cita
Berbagi harap, meng-aamiin-kan doa
memohon pada semesta

Bun
Tapi nyatanya rasa takut membelenggu jiwa
Tapi perpisahan dan duka kian nyata
Harap telah meredup mimpi-mimpi doa-doa
tak lagi menyala

Bun
Aku meragu pada guna raga
Aku menafikkan daya jiwa
Aku menghamba rasa takut
mencoba bersahabat dengan kecewa

Bun
Beruntungku tak sampai putus asa
Asaku masih ada nyala
Meski meredup takkan padam
semoga nyata

Bun
Aku mencari menunggu cahaya penambah nyala
Kapan dimana, misteri yang masih jadi tanya
Tapi kuyakini waktu bersua
pasti ada

Bun
Ketika cahaya penambah nyala tiba menyapa
Nyalaku pasti bersinar berpendar
Tunggulah sampai semesta menyesali candanya
Tunggu, kuyakini sebentar lagi, tetaplah disisi

Bun
Rasa takutku akan sirna
Kecewaku tak lagi ada
Mimpi-mimpi doa-doa adalah realita
Semoga, meski tak tahu di pengulangan tahun ke berapa

2 Comments

Febiola Martina 14 Desember 2020 at 19:51

It’s calming :”
I luv this poem, i’m so proud!

Muhammad Noval Al Arsy 14 Desember 2020 at 16:40

Keren kakkkkkk

Tinggalkan Balasan dan Mari Kita Berdiskusi

Rekomendasi

Yang Mengetuk

Yang Mengetuk

28 Oktober 2019
Pendidikan di Banten: Tentang Aku, Kamu dan Kita
FDS: Cabut atau Revisi

FDS: Cabut atau Revisi

22 Agustus 2017
Ibnu Muljam Saat Ini
Puisi Masa Kini

Puisi Masa Kini

24 Oktober 2017

Kategori

  • Esai (26)
  • Resensi (4)
  • Sastra (9)
  • Tokoh (1)
  • Unique (4)
  • Ikuti Kami!

    Kategori

  • Esai (26)
  • Resensi (4)
  • Sastra (9)
  • Tokoh (1)
  • Unique (4)
  • Ikuti Kami!