Selasa, Desember 1, 2020
Tenang, Vaksin Sudah Ada

Pada dasarnya setiap tubuh manusia memiliki sistem pertahanannya masing-masing atau sering kita disebut dengan istilah sistem imun/daya tahan tubuh. Imun bekerja layaknya seperti tentara yang ada dalam tubuh manusia. Mereka akan melawan segala jenis ancaman yang masuk ke dalam tubuh, baik itu ancaman dari virus ataupun bakteri.

Imun sesungguhnya adalah vaksin dan anti biotik alami yang ada dalam tubuh manusia. Ketika tubuh ter-infeksi oleh virus/bakteri maka tubuh akan mengeluarkan vaksin/antibiotik tersebut untuk melawannya. Gejala ter-infeksi virus atau bakteri akan sama pada setiap manusia yakni deman dan sakit tenggorokan. Dalam jangka waktu 10-14 hari imun yang ada dalam tubuh kita akan berperang melawan virus/bakteri tersebut. Jika imun tubuh kita mampu melawan maka virus/bakteri tersebut akan mati. Namun, jika tidak mampu maka tubuh kita akan mengalami sakit yang lebih parah.

Setiap hari, sebenarnya kita selalu berhadapan dengan ribuan virus dan bakteri. Namun, kita tidak merasakan dampaknya karena sistem imun yang ada dalam tubuh kita mampu melawan dan menangkal semua itu sehingga tidak berakibat fatal pada tubuh kita: sakit.

Kuat dan tidaknya imun seseorang tergantung dari seberapa seimbang dan baiknya sel-sel yang ada dalam tubuhnya. Jika ada satu sel saja yang kurang baik maka tubuh seseorang itu akan mengalami ketidak stabilan yang menyebabkan menurunya kinerja imun tubuh.

Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga imun tubuh kita agar tetap baik dan kuat. Kuncinya sebenarnya sederhana, yakni membuat/menciptakan pola hidup yang sehat dan pola pikir yang sehat. Jika badan sudah sakit, setidaknya pola pikir kita harus tetap sehat, karena kesehatan badan kuncinya ada disana. Itulah kenapa, ketika kita menjenguk seseorang yang sakit dokter selalu memberitahu kita agar jangan membuat pikirannya terbebani dan lebih baiknya menghiburnya.

Akhir-akhir ini kita sedang digemparkan oleh virus Corono Baru atau COVID-19. Ratusan ribu orang sudah terpapar oleh virus ini dan tidak sedikit pula korban yang meninggal akibatnya ーWalaupun jumlah yang sembuh masih jauh lebih banyak.

Orang-orang kini sibuk memproteksi dirinya agar terhindar dari virus ini. Mereka melakukan langkah antisipasi dengan menggunakan masker kemana-mana dan selalu membawa hand sanitizer. Walaupun harganya sudah sangat tinggi ーapa sih yang engga buat kesehatan.

Bukan hanya masyarakat, pemerintahpun membuat beberapa kebijakan sebagai langkah antisipasi agar laju penyebaran virus ini terhambat. Beberapa diantaranya yakni meliburkan sekolah dan perkuliahan, meniadakan ujian sakral (UN), mengkampanyekan work from home dan physical distancing.

Namun, langkah yang diambil belum berdampak signifikan karena laju pertumbuhan masyarakat yang terjangkit virus ini terus meningkat setiap harinya. Masyarakat pun dibuat panik karena takut dirinya terkena virus tersebut dan menuntut pemerintah untuk melakukan aksi nyata yang cepat dan efektif untuk menekan persebarannya.

Sejauh ini pemerintah pun ‘belum melakukan apa-apa’ selain menghimbau agar masyarakat tidak cemas dan panik. Himbauan ini sebenarnya bukan semata-mata pemerintah tidak memiliki perasaan atau ketakutan bahwa masyarakatnya bisa terinfeksi virus ini. Himbauan ini justru paling menolong.

Kenapa demikian?

Di paragraf-paragraf awal telah diuraikan, bahwa sebenarnya tubuh kita ini memiliki sistem pertahanan yang kita sebut dengan sistem imun. Imun ini akan menciptakan vaksin alami yang bisa digunakan oleh tubuh untuk melawan virus termasuk virus corona baru atau COVIN-19 ini.

Oleh karena itu langkah antisipasi yang bisa kita lakukan saat ini selain memakai masker dan hand sanitizer adalah dengan menjaga agar imun yang ada dalam tubuh kita ini tetap kuat. Salah satu cara agar imun tubuh tetap kuat yakni dengan memiliki pola pikir yang sehat: tetap tenang. Kecemasan dan kepanikan tidak akan menghasilkan apa-apa selain menyebabkan imun tubuh menurun dan meningkatkan risiko terkena virus.

Mempunyai pola pikir yang sehat itu penting. Karena, walaupun pola makan seseorang terjaga, sehat, dan higienis namun apabila pola pikir tidak sehat maka semuanya akan nihil: sia-sia.

Kenapa cemas dan panik bisa menurunkan imun?

Cemas dan panik akan menghasilkan hormon korsitol yang berlebih. Hormon korsitol ini memang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengendalikan metabolisme (pencernaan -red). Namun, ketika produksi hormon ini diatas rata-rata maka sistem metabolisme justru akan terganggu dan pola tidurpun akan terganggu.

Ketika ada makanan yang sehat masuk ketubuh, makanan tersebut tidak mampu tercerna dengan baik oleh sistem metabolisme karena terhalang oleh adanya hormon korsitol ini. Jika hal demikian terjadi sebelum terserang virus Corona pun, ketika kita ‘cemas’ atau ‘panik’ tubuh kita akan rentan sekali terkena penyakit lain karena melemah imun tubuh secara drastis. Itulah alasan mengapa  pemerintah selalu menghimbau kita agar tidak ‘Panik’ dan ‘Cemas’ namun selalu ‘Waspada’.

Kita semua pasti membaca, dan mengetahui kabar seputar virus COVID-19 ini. Jadi, bukan hal yang wah bagi warganet disaat sekarang ini memposting berita-berita terkait perkembangan virus COVID-19. Bahkan ketika ada korban yang merupakan orang terdekat pun, tak usah kita pos. Karena tindakan ini akan membuat orang-orang yang melihat semakin was-was dan cemas.

Hal yang perlu dilakukan saat ini hanya untuk diri sendiri (seminimalnya), jika berhasil menangendalikan diri sendiri maka orang terdekat akan terbawa terkendali. Karena menjadi pahlawan saat ini adalah menjaga diri sendiri, kesadaran diri sendiri, dan menghibur diri sendiri, serta keluarga.

Sebagai makhluk yang berakal ini, mari mencegah tidak dengan menggugah atau menjadi wabah. Ikuti alur dan arahan dari pemerintah dan berbahagialah dirumah.

#StayAtHome

Tags: ,

Related Article

0 Comments

Tinggalkan Balasan dan Mari Kita Berdiskusi

Kategori

  • Esai (24)
  • Resensi (4)
  • Sastra (8)
  • Tokoh (1)
  • Unique (4)
  • Ikuti Kami!